, ,

Wisata Bromo Turun Jadi 99 Ribu Pengunjung, Tapi Turis Asing Justru Naik

oleh -849 Dilihat

Jeritan Medan — Wisata Bromo Turun Jadi 99 Ribu Pengunjung, Tapi Turis Asing Justru Naik Gunung Bromo, salah satu destinasi wisata andalan di Jawa Timur, mencatat penurunan jumlah pengunjung secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), jumlah total wisatawan yang mengunjungi kawasan Bromo dari Januari hingga Agustus 2025 hanya mencapai 99.000 orang, menurun sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Namun menariknya, di tengah tren penurunan wisatawan domestik, jumlah wisatawan mancanegara justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menciptakan dinamika baru dalam pola kunjungan wisata ke Bromo dan menimbulkan berbagai reaksi serta analisis dari pelaku industri pariwisata.


Kunjungan Wisatawan Nusantara dan Turis Asing ke Jawa Timur Kompak Meningkat, Tahun 2024 Segini Angkanya - Radar Surabaya Bisnis

Baca Juga:Belanja Lebih Hemat di Transmart, Sabun hingga Kecap Diskon 20%

Penurunan Kunjungan Wisatawan Domestik: Apa Penyebabnya?

Bromo selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan lokal, terutama dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan wilayah Jabodetabek. Namun, pada tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik terus mengalami penurunan.

Beberapa faktor yang menyebabkan turunnya angka kunjungan tersebut antara lain:

  1. Kenaikan Harga Tiket dan Akses Masuk
    Pemerintah melalui BB-TNBTS telah menaikkan harga tiket masuk Bromo serta menerapkan sistem reservasi daring yang dinilai menyulitkan sebagian wisatawan domestik, khususnya kelompok wisatawan keluarga dan rombongan sekolah.

  2. Kondisi Cuaca Ekstrem dan Erupsi Minor
    Aktivitas vulkanik Gunung Bromo yang meningkat di awal tahun 2025 menyebabkan beberapa kali penutupan sementara kawasan wisata. Hal ini berdampak pada pembatalan kunjungan dan penurunan minat wisatawan dalam negeri.

  3. Persaingan dengan Destinasi Wisata Baru
    Munculnya banyak destinasi baru di Jawa Timur, seperti Pantai Watu Leter, Bukit Teletubbies Kediri, dan wisata alam di Bondowoso, turut memecah konsentrasi kunjungan ke Bromo.

  4. Perubahan Pola Liburan Masyarakat
    Pasca pandemi, banyak wisatawan lokal lebih memilih destinasi yang lebih terjangkau atau wisata urban yang dekat dengan kota besar. Wisata alam pegunungan dinilai kurang fleksibel, terutama bagi keluarga muda dan pekerja kantoran.


Lonjakan Turis Asing: Dari Eropa Hingga Asia Timur

Di sisi lain, data dari BB-TNBTS menunjukkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bromo naik sebesar 18% dibandingkan tahun lalu. Mereka berasal dari berbagai negara, dengan dominasi turis asal Belanda, Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Beberapa faktor yang mendukung peningkatan turis asing antara lain:

  • Kampanye Internasional Wonderful Indonesia
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif gencar mempromosikan Bromo di berbagai negara melalui media digital, pameran pariwisata, dan kerja sama dengan influencer internasional.

  • Stabilitas Keamanan dan Infrastruktur Pendukung
    Fasilitas penginapan, transportasi, dan akses digital di sekitar kawasan Bromo meningkat pesat.


Respons Pelaku Pariwisata dan Pemerintah Daerah

Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo mengakui adanya penurunan wisatawan domestik, namun menyambut baik peningkatan jumlah turis asing. Kepala Dinas Pariwisata, Drs. Hadi Sutrisno, menyatakan bahwa tren ini perlu direspons dengan pendekatan baru.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan wisatawan lokal. Naiknya jumlah turis asing adalah sinyal bahwa Bromo punya daya saing global, dan kita harus meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan lingkungan, serta promosi internasional.”

Para pelaku usaha lokal seperti pemandu wisata, pemilik penginapan, dan pengusaha jeep Bromo pun mulai menyesuaikan diri. Banyak dari mereka kini menyediakan layanan berbahasa asing, menerima pembayaran digital internasional, hingga menawarkan menu makanan internasional di homestay mereka.


Tantangan dan Peluang ke Depan

Dengan kondisi saat ini, Bromo berada di persimpangan penting dalam pengembangan pariwisata:

Tantangan:

  • Ancaman kerusakan lingkungan akibat over-tourism di titik-titik populer seperti Kawah Bromo dan Penanjakan.

  • Kurangnya transportasi publik langsung ke kawasan Bromo dari kota-kota besar.

Peluang:

  • Mengembangkan konsep wisata berkelanjutan dan ramah lingkungan yang menarik bagi turis global.

  • Meningkatkan kerja sama internasional dalam bidang konservasi dan pariwisata.

  • Memperluas promosi untuk segmen digital nomad dan wisatawan milenial internasional.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.