, ,

Tendang Polisi saat Coba Kabur, 2 Spesialis Curanmor di Medan Ditembak

oleh -976 Dilihat

Medan – Tendang Polisi Kejadian bermula saat Satreskrim Polsek Medan Area mengendus jejak dua tersangka pencuri sepeda motor (curanmor) dari hasil rekaman CCTV dan laporan korban di kawasan Warnet Britania, Jalan Halat, Medan.

Kedua pelaku adalah Muhammad Rafi Firdaus (20) warga Jalan Halat, Pasar Merah Timur, serta Steven Tampubolon (20) warga Jalan HM Joni, Medan.

Saat pengembangan kasus untuk menangkap Rizal, Rafi berusaha kabur dengan meloncat dari sepeda motor milik petugas—aksi ini memicu kericuhan

Polisi lantas melepas dua kali tembakan peringatan ke udara—upsada situasi tetap memanas, Rafi tidak mengindahkannya.

Petugas kemudian mengambil langkah tegas—melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki Rafi, hingga tersangka roboh tersungkur.

Tendang Polisi
Tendang Polisi

Baca Juga : Peserta Senang Ikut LPS Financial Festival Medan: Banyak Ilmunya dan Seru

Usai itu, Rafi dan Steven langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Medan untuk perawatan medis. Kasus selanjutnya diproses di Mapolsek Medan Area.

Kedua pelaku akhirnya didakwa berdasarkan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Steven pun dicurigai terlibat dalam tindak pidana pertolongan jahat.

Peristiwa tegas terukur semacam ini bukan hal baru—beberapa kasus serupa dengan pelaku melawan hingga ditembak terjadi beberapa kali sebelumnya.

Misalnya, pada Mei 2025, empat anggota komplotan curanmor ditembak di kaki saat mencoba kabur dari penyergapan di Medan.

Begitu pula Januari 2025, dua residivis spesialis curanmor disergap di Sunggal, tak segan ditembak di bagian kaki karena melawan.

Petugas menilai pelaku yang melawan dan mencoba kabur memperlihatkan ancaman serius sehingga perlu upaya penangkapan yang tegas.

Tembakan di kaki dianggap lebih “aman” karena mencederai

Model tembakan di kaki pun memperlihatkan fokus pada keselamatan petugas dan publik—itu sebabnya pelaksanaan selalu via tembakan peringatan terlebih dahulu.

Namun, perlu pendalaman: apakah sudah sesuai prosedur dan pertimbangan etis—apakah pilihan itu sejalan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia?

Secara operasional, strategi ini efektif memulihkan keamanan dan memperkuat keberanian petugas saat menghadapi pelaku konfrontatif

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.