Medan – Taman Sri Deli salah satu taman kota yang terletak di pusat kota Medan, Sumatera Utara, kini tengah menghadapi masalah sepinya pengunjung. Taman yang terkenal dengan suasana hijau dan pemandangan yang asri ini, kini terlihat sepi, bahkan di hari-hari libur sekalipun.
Taman Sri Deli, yang terletak di Kecamatan Medan Maimun, memang menjadi salah satu lokasi favorit bagi warga lokal untuk beristirahat, berolahraga ringan, atau sekadar menikmati udara segar di tengah hiruk-pikuk kota. Namun, sejak beberapa bulan terakhir, pengunjung tampak berkurang drastis, bahkan di akhir pekan yang biasanya dipenuhi oleh warga yang ingin melepas penat.
Taman Sri Deli Cuaca Medan yang Tidak Menentu
Salah satu alasan utama mengapa pengunjung mulai jarang terlihat di Taman Sri Deli adalah cuaca Medan yang sering kali hujan. Medan yang terletak di daerah tropis memang dikenal memiliki curah hujan yang cukup tinggi, terutama pada musim hujan yang biasanya berlangsung mulai dari Oktober hingga Maret. Namun, hujan yang datang secara tiba-tiba dan terus-menerus membuat banyak warga memilih untuk tidak datang ke taman tersebut.

Baca Juga : Dompet Dhuafa Bantu 10.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Banjir Medan
Ayu Pratiwi, seorang pengunjung yang datang pada akhir pekan lalu, mengungkapkan bahwa dirinya tidak lagi mengunjungi Taman Sri Deli karena sering terhalang cuaca. “Saya sudah beberapa kali berniat untuk ke taman, tapi selalu saja hujan. Terkadang hujannya datang saat kita baru saja duduk, dan akhirnya kita harus pergi. Cuaca di sini memang sulit diprediksi,” ujar Ayu, sambil tersenyum.
Selain itu, taman ini yang dulunya dipenuhi oleh anak-anak yang bermain atau orang dewasa yang berolahraga, kini terlihat lebih banyak kursi kosong dan jalan setapak yang sepi. Keberadaan hujan yang tak menentu memang membuat pengunjung enggan untuk berlama-lama di luar ruangan.
Dampak terhadap Pendapatan Pedagang
Mereka yang mengandalkan keramaian pengunjung untuk berdagang makanan, minuman, dan jajanan, kini harus menghadapi kenyataan bahwa pendapatan mereka berkurang signifikan.
Tini Sari, salah satu pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di sekitar taman, mengungkapkan bahwa sejak cuaca sering hujan, jumlah pembeli di lapaknya menurun drastis. “Sebelumnya, saat hari libur atau sore hari, banyak orang yang datang dan membeli makanan ringan. Tapi sekarang, banyak pengunjung yang takut keluar karena hujan. Pendapatan saya pun jadi menurun,” ujar Tini.
Selain Tini, beberapa pedagang lainnya juga mengungkapkan hal serupa. Mereka berharap ada solusi yang bisa mengatasi masalah sepinya pengunjung ini, agar mereka bisa kembali mendapatkan penghasilan yang stabil.
Upaya Pemkot Medan Meningkatkan Kunjungan
Pemerintah Kota Medan tentu menyadari permasalahan yang terjadi di Taman Sri Deli.
Taman Sri Deli: Destinasi dengan Potensi yang Besar
Warga Medan dapat berperan aktif dengan mengunjungi taman ini lebih sering, meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak selalu mendukung.
Penutup

![IMG-20231219-WA0035_copy_1280x800[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20231219-WA0035_copy_1280x8001-148x111.jpg)
![IMG20251127155040_041527[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG20251127155040_0415271-148x111.jpg)
![tumpukan-kayu-pascabanjir-bandang-putus-akses-ke-desa-tanjung-karang-aceh-tamiang-1765081980694_169[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/tumpukan-kayu-pascabanjir-bandang-putus-akses-ke-desa-tanjung-karang-aceh-tamiang-1765081980694_1691-148x111.jpeg)
![Raffi-Ahmad-klarifikasi[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/Raffi-Ahmad-klarifikasi1-148x111.jpg)
![Honda-program-service-khusus-banjir[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/Honda-program-service-khusus-banjir1-148x111.jpg)