Medan – Sungai Medan Meluap Hujan deras yang mengguyur kawasan Kota Medan, Sumatera Utara, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Medan meluap dan menggenangi sejumlah permukiman warga.
Akibatnya, beberapa wilayah di Kota Medan, terutama yang berada di sekitar aliran sungai, terendam banjir setinggi satu meter. Kejadian ini mengakibatkan ratusan rumah terendam dan warga terpaksa mengungsi.
Sungai Medan Meluap Penyebab Banjir
Banjir yang terjadi di kawasan Medan disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi, disertai dengan buruknya sistem drainase di beberapa wilayah.
Sungai Medan, yang merupakan salah satu sungai utama di kota ini, mengalami peningkatan debit air yang cukup signifikan akibat curah hujan yang terus menerus. Pada Rabu (26/11) pagi, air sungai mulai meluap dan merendam pemukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai.
Para petugas di lapangan mengatakan, sungai tersebut sudah beberapa kali meluap, namun kali ini volume air yang meningkat cukup tajam dan tidak bisa dibendung oleh tanggul atau saluran drainase yang ada. Beberapa titik yang terparah terendam banjir, di antaranya adalah Kelurahan Medan Labuhan, Medan Deli, dan sekitarnya.
Dampak Terhadap Warga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-ruas-jalan-di-Kota-Medan-terendam.jpg)
Baca Juga : Sidang Putusan 2 Terdakwa Kasus Korupsi Jalan di Sumut Ditunda
Banjir setinggi satu meter mengakibatkan rumah-rumah warga tergenang air. Di beberapa lokasi, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau berteduh di rumah tetangga.
Banyak barang-barang rumah tangga yang terendam air, termasuk perabotan dan elektronik. Beberapa warga juga melaporkan kerugian akibat tanaman yang rusak atau tenggelam akibat banjir ini.
Salah satu warga Medan Labuhan, Ibu Siti, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kondisi ini. “Kami sudah sering mengalami banjir seperti ini, tapi kali ini lebih parah.
Rumah saya terendam sampai lutut, banyak barang yang rusak,” ujarnya dengan suara cemas. “Kami berharap ada perbaikan dari pemerintah supaya banjir ini tidak terulang lagi,” tambahnya.
Upaya Penanggulangan Banjir
Pemerintah Kota Medan telah mengerahkan petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan aparat keamanan untuk membantu evakuasi warga dan memberikan bantuan darurat. Selain itu, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga turun tangan untuk memantau kondisi sungai dan melakukan upaya penanggulangan banjir.
Menurut Kepala BPBD Medan, Zulfan Heri, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan warga. “Kami mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kami juga menyalurkan bantuan makanan dan peralatan untuk keperluan darurat,” ujarnya.
Pihak pemerintah juga tengah mengkaji solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir ini, seperti memperbaiki sistem drainase dan memperkuat tanggul sungai agar dapat menampung volume air yang lebih besar.
Kendala dan Tantangan
Namun, penanggulangan banjir di Medan tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama adalah ketidaksesuaian antara pertumbuhan permukiman dengan infrastruktur drainase yang ada. Banyak wilayah yang dibangun tanpa memperhatikan aspek pengelolaan air hujan dan tata ruang kota. Hal ini menyebabkan banjir terjadi secara rutin setiap kali musim hujan tiba.
Selain itu, adanya masalah pendangkalan sungai dan tumpukan sampah di sekitar aliran sungai juga memperburuk kondisi. Banyak sungai di Medan yang tidak lagi mampu menampung volume air hujan yang terus meningkat akibat deforestasi dan perubahan aliran sungai.
Proyeksi Cuaca dan Antisipasi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa curah hujan akan terus berlangsung di beberapa wilayah Sumatera Utara hingga akhir bulan November.
Oleh karena itu, pemerintah kota Medan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan banjir susulan.
BMKG juga memperingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas di area rawan banjir dan lebih berhati-hati saat berada di dekat sungai atau daerah rendah. Untuk itu, tim pemadam kebakaran dan relawan bencana terus disiagakan untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Harapan untuk Perbaikan
Kejadian banjir ini kembali mengingatkan pentingnya investasi pada infrastruktur pengelolaan air yang memadai di daerah perkotaan. Masyarakat berharap agar pemerintah segera memperbaiki sistem drainase, normalisasi sungai, dan peningkatan kualitas lingkungan agar banjir tidak lagi menjadi masalah tahunan yang mengganggu kehidupan warga.
Beberapa aktivis lingkungan juga menyerukan perlunya kampanye sadar lingkungan agar masyarakat lebih peduli dalam menjaga kebersihan sungai dan saluran air.
Kita semua harus berperan dalam menjaga kebersihan sungai, bukan hanya mengandalkan pemerintah,” ujar seorang aktivis lingkungan, Dedi Iskandar.

![IMG-20231219-WA0035_copy_1280x800[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20231219-WA0035_copy_1280x8001-148x111.jpg)
![IMG20251127155040_041527[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG20251127155040_0415271-148x111.jpg)
![tumpukan-kayu-pascabanjir-bandang-putus-akses-ke-desa-tanjung-karang-aceh-tamiang-1765081980694_169[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/tumpukan-kayu-pascabanjir-bandang-putus-akses-ke-desa-tanjung-karang-aceh-tamiang-1765081980694_1691-148x111.jpeg)
![Raffi-Ahmad-klarifikasi[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/Raffi-Ahmad-klarifikasi1-148x111.jpg)
![Honda-program-service-khusus-banjir[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/Honda-program-service-khusus-banjir1-148x111.jpg)