Medan – Saksi Ungkap Hansip Aksi heroik seorang petugas hansip di kawasan Cakung, Jakarta Timur, berakhir tragis. Pria bernama Suparman (48), ditembak oleh pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) ketika berusaha menggagalkan kejahatan tersebut pada Kamis (7/11/2025) dini hari. Kesaksian warga yang melihat kejadian itu mengungkap detik-detik mencekam saat Suparman berusaha menolong warga, sebelum akhirnya menjadi korban keberaniannya sendiri.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di kawasan Jalan Penggilingan Raya, tepatnya di depan salah satu rumah kontrakan warga. Saat itu suasana lingkungan sedang sepi, sebagian besar warga sudah tertidur. Namun, Suparman yang tengah berpatroli rutin malam bersama dua rekannya, melihat dua pria mencurigakan tengah membobol sepeda motor yang terparkir di halaman rumah warga.
Aksi Heroik di Tengah Malam

Baca Juga : Pedagang Monza di Medan soal Larangan Impor Pakaian Bekas
Saksi mata, Andi (29), yang kebetulan masih terjaga di rumah kontrakan seberang lokasi kejadian, mengaku sempat melihat Suparman berlari ke arah pelaku sambil berteriak meminta bantuan warga.
“Pak Suparman langsung teriak, ‘Maling! Maling motor!’ Dua pelaku sempat panik, satu naik motor, satunya lagi nembak dia,” ujar Andi saat ditemui di lokasi, Jumat (8/11/2025).
Menurutnya, tembakan terdengar cukup keras dan membuat warga sekitar terbangun. Suparman sempat terjatuh di jalan, sedangkan kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Raya Bekasi dengan kecepatan tinggi.
“Warga sempat keluar, tapi pelakunya sudah kabur. Pak Suparman masih sempat ngomong ‘kejar mereka’, tapi darah sudah keluar banyak di dada,” tambah Andi.
Ditembak dari Jarak Dekat
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Polisi Budi Sartono membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban tertembak di bagian dada kiri oleh senjata api rakitan yang digunakan pelaku.
“Dari hasil olah TKP, ditemukan satu selongsong peluru kaliber 9 mm di lokasi kejadian. Korban tertembak dari jarak sekitar dua meter,” ujar Kombes Budi dalam konferensi pers, Jumat siang.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Cakung, namun nyawanya tidak tertolong karena kehilangan banyak darah. Petugas juga telah mengamankan barang bukti berupa senter dan tongkat kayu milik korban yang digunakan saat berpatroli.
Rekan Korban Ceritakan Detik-Detik Kejadian
Rekan korban sesama hansip, Udin (45), yang malam itu bertugas bersama Suparman, mengaku tidak menyangka patroli rutin berubah menjadi peristiwa menegangkan.
“Kami biasanya patroli bertiga. Saat itu kami lihat dua orang ngotak-atik motor warga. Pak Suparman paling depan. Belum sempat kami dekat, pelaku langsung nembak,” cerita Udin.
Udin dan rekannya sempat berusaha mengejar pelaku, namun keduanya berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor.
“Kami takut juga, karena mereka bawa senjata api. Tapi yang bikin sedih, Pak Suparman malah kena tembak karena berani maju duluan,” tambahnya dengan nada haru.
Korban Dikenal Disiplin dan Tegas
Warga RW 05 Cakung mengaku kehilangan sosok Suparman yang dikenal sebagai hansip teladan dan selalu aktif menjaga keamanan lingkungan. Ketua RT setempat, Haji Sulaeman (57), mengatakan korban sudah bertugas lebih dari 10 tahun dan dikenal tidak pernah menolak tugas malam.
“Beliau orangnya rajin dan peduli. Kalau ada warga ribut atau kehilangan barang, Pak Suparman selalu jadi orang pertama yang bantu,” tutur Haji Sulaeman.
Suparman meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Suasana duka menyelimuti rumahnya di kawasan Penggilingan.
“Anaknya masih kecil, satu SMP dan satu SD. Istrinya sampai pingsan waktu dengar kabar,” kata Haji Sulaeman dengan mata berkaca-kaca.
Polisi Bentuk Tim Khusus Buru Pelaku
Kombes Budi memastikan pihaknya sudah membentuk tim khusus gabungan Resmob dan Satreskrim untuk memburu pelaku penembakan. Berdasarkan rekaman CCTV dari minimarket dekat lokasi, dua pelaku terlihat mengenakan jaket hitam dan masker.
“Dari hasil analisis CCTV, mereka datang menggunakan motor matik tanpa plat nomor. Kami sudah kantongi ciri-ciri pelaku dan tengah melakukan pengejaran,” jelasnya.
Polisi menduga kedua pelaku merupakan bagian dari sindikat curanmor bersenjata api yang belakangan marak beraksi di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.

![IMG-20231219-WA0035_copy_1280x800[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20231219-WA0035_copy_1280x8001-148x111.jpg)
![IMG20251127155040_041527[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG20251127155040_0415271-148x111.jpg)
![tumpukan-kayu-pascabanjir-bandang-putus-akses-ke-desa-tanjung-karang-aceh-tamiang-1765081980694_169[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/tumpukan-kayu-pascabanjir-bandang-putus-akses-ke-desa-tanjung-karang-aceh-tamiang-1765081980694_1691-148x111.jpeg)
![Raffi-Ahmad-klarifikasi[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/Raffi-Ahmad-klarifikasi1-148x111.jpg)
![Honda-program-service-khusus-banjir[1]](http://k9krw.com/wp-content/uploads/2025/12/Honda-program-service-khusus-banjir1-148x111.jpg)