, ,

Dokter Ungkap Penyebab Polisi Viral Aniaya Pengendara Alami Gangguan Jiwa

oleh -192 Dilihat

Medan – Dokter Ungkap Penyebab seorang polisi yang diduga menganiaya seorang pengendara motor di tengah jalan raya, menimbulkan kehebohan publik. Dalam rekaman tersebut, polisi yang berseragam terlihat memukul dan menendang pengendara motor yang tidak diketahui identitasnya, yang sedang berhenti di pinggir jalan. Video ini memicu kemarahan banyak pihak, karena selain melibatkan aparat penegak hukum, tindakan kekerasan tersebut juga terjadi di depan umum.

Namun, setelah melalui penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sang polisi yang terlibat dalam insiden tersebut diduga sedang mengalami gangguan jiwa, yang menjadi faktor utama penyebab tindakan kekerasan tersebut. Dokter spesialis kesehatan jiwa yang dimintai keterangan mengenai kasus ini turut memberikan penjelasan mengenai kemungkinan gangguan mental yang bisa memengaruhi perilaku seseorang, terutama di bawah tekanan atau stres berat.

Insiden yang Memicu Kehebohan

Dokter Ungkap Penyebab
Dokter Ungkap Penyebab

Baca Juga : Polisi Pasang Spanduk Larang Pengemudi Ojol Parkir Depan Polsek di Medan

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 15 November 2025, di salah satu ruas jalan di Jakarta Timur, saat seorang pengendara motor berhenti di pinggir jalan setelah mendapati masalah teknis pada kendaraannya. Tak lama setelah itu, seorang anggota polisi yang terlihat sedang patroli tiba-tiba menghampiri pengendara tersebut. Tanpa alasan yang jelas, polisi tersebut langsung melakukan tindakan kekerasan dengan memukul dan menendang pengendara yang terlihat tidak melawan.

Video rekaman amatir yang diambil oleh saksi mata dan kemudian viral di media sosial langsung mendapat perhatian luas. Banyak netizen yang mengecam keras tindakan polisi tersebut, sementara pihak kepolisian segera mengambil langkah untuk menginvestigasi insiden ini dan melakukan penyidikan terhadap oknum polisi yang terlibat.

Pernyataan Pihak Kepolisian

Setelah penyelidikan awal, pihak Polres Jakarta Timur mengonfirmasi bahwa polisi yang terlibat dalam insiden tersebut adalah seorang anggota Polri berinisial S, yang sudah bertugas selama lebih dari 10 tahun. Kapolres Jakarta Timur, AKBP Dedi Kurniawan, menyatakan bahwa polisi tersebut kini tengah diperiksa oleh Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polri terkait tindakan kekerasannya.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan sedang melakukan pemeriksaan internal terhadap oknum polisi tersebut. Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota kepolisian selalu bertindak profesional dan sesuai prosedur yang berlaku,”

Namun, dalam keterangan lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa oknum polisi tersebut diduga mengalami gangguan jiwa, yang berpotensi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku kekerasannya.

Dokter Ungkap Penyebab Gangguan Jiwa

Untuk memahami lebih lanjut tentang kemungkinan gangguan jiwa yang dialami oleh oknum polisi tersebut, kami mewawancarai dr. Andi Wijaya, seorang psikiater yang berpraktik di Jakarta. Menurut dr. Andi, gangguan mental atau psikologis memang dapat memengaruhi perilaku seseorang, termasuk dalam hal pengambilan keputusan dan pengendalian diri, terutama dalam situasi yang penuh tekanan.

“Gangguan jiwa dapat menyebabkan perubahan drastis dalam perilaku dan emosi seseorang. Hal ini bisa memengaruhi cara mereka merespons stres, tekanan, dan situasi di sekitar mereka.

Gangguan Jiwa dan Tekanan Pekerjaan

Tidak jarang, kondisi ini menambah beban psikologis yang cukup besar pada seorang polisi. Jika beban tersebut tidak dikelola dengan baik, bisa memicu gangguan mental yang memengaruhi perilaku.

“Polisi adalah profesi yang sangat menuntut secara emosional dan fisik. Mereka seringkali berhadapan dengan kekerasan, konflik, atau situasi yang menegangkan

 PTSD sering kali menyebabkan gejala seperti kecemasan berlebihan, ledakan kemarahan, dan kesulitan mengendalikan emosi.

Peran Dukungan Kesehatan Mental dalam Profesi Kepolisian

Pentingnya dukungan psikologis dalam profesi kepolisian semakin mendapat perhatian setelah kejadian-kejadian seperti ini. Beberapa ahli menekankan bahwa pihak kepolisian perlu memperkuat sistem pendampingan psikologis dan pemeriksaan kesehatan mental secara rutin bagi anggotanya. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perilaku yang tidak diinginkan, seperti kekerasan, yang bisa merusak citra dan kredibilitas kepolisian.

“Penting bagi polisi untuk mendapatkan pemeriksaan rutin, baik fisik maupun mental, agar dapat mendeteksi dini masalah psikologis yang mungkin terjadi. Mereka perlu memiliki ruang untuk berbicara tentang tekanan pekerjaan mereka dan mendapat bantuan yang diperlukan,” ujar dr. Andi.

Dampak Tindakan Kekerasan oleh Polisi

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh polisi tidak hanya merugikan korban, tetapi juga merusak citra kepolisian di mata publik. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme para anggotanya.

Penutupan: Pentingnya Kesadaran Mental di Kalangan Aparat

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan kesehatan mental di kalangan aparat penegak hukum. Stres dan tekanan pekerjaan yang tinggi bisa berdampak negatif jika tidak ditangani dengan baik.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.