Simalungun, 24 September 2025 – Konflik agraria di Sumatera Utara kembali memanas. Puluhan warga yang tergabung dalam Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) bentrok dengan sekuriti PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) di kawasan Buttu Pengaturan, Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Senin (22/9/2025) pagi.
Bentrok terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di lahan yang selama ini menjadi perladangan warga sekaligus area konsesi perusahaan. Akibat insiden itu, sedikitnya 33 warga mengalami luka-luka, satu rumah perkumpulan hancur, serta beberapa unit sepeda dan mobil pick-up terbakar.
baca juga: Angkot Diduga Ngebut Terbalik di Medan Sopir Terluka
Kesaksian Korban Bentrok
Salah satu warga, Nurinda Napitu, menceritakan detik-detik bentrokan. Ia menyebut peristiwa bermula saat warga melakukan gotong royong rutin membersihkan lahan perladangan.
“Tiba-tiba ratusan sekuriti berseragam hitam, lengkap dengan helm, sepatu lars, dan tameng rotan, turun dari mobil dan langsung menyerang. Tidak ada kata-kata apa pun. Mereka memukuli kami, bahkan lansia dan anak-anak,” kata Nurinda seusai rapat dengan Forkopimda di Kantor Bupati Simalungun, Rabu (24/9/2025).
Menurut Nurinda, jumlah sekuriti mencapai 700 orang, sedangkan warga hanya sekitar 50 orang. Perlawanan warga tidak sebanding dengan perlengkapan sekuriti.
“Sekuat apa pun kami melawan, kami tak bisa menandingi mereka. Banyak kawan kami yang jadi korban, ada 33 orang terluka,” ujarnya.

Warga Tak Dapat Perlindungan Polisi
Nurinda menambahkan, saat bentrokan tidak ada satu pun aparat kepolisian di lokasi. Warga dikejar hingga malam hari oleh sekuriti yang tetap berjaga di sekitar area.
“Tidak ada polisi, makanya kami menyelamatkan diri. Ada satu orang kawan kami baru bisa pulang jam 10 malam,” ungkap ibu empat anak itu.
Akibat penganiayaan, Nurinda mengalami lebam di bagian lengan dan punggung. Meski masih sakit, ia tetap hadir dalam rapat bersama pejabat Forkopimda dan perwakilan PT TPL untuk menyampaikan aspirasinya.
baca juga: Ramalan Dividen Bank Mandiri Berapa Skenario Terburuk – Terbaik
Kerugian dan Dampak Sosial
Selain puluhan korban luka, insiden bentrok juga mengakibatkan kerusakan fasilitas milik warga. Satu rumah perkumpulan, beberapa sepeda, dan satu mobil pick-up rusak berat setelah dibakar.
Warga menilai tindakan sepihak sekuriti PT TPL memperparah konflik agraria yang selama ini belum terselesaikan. Mereka meminta aparat penegak hukum turun tangan dan memberikan perlindungan agar kekerasan tidak kembali terjadi.
Latar Belakang Konflik Agraria
Wilayah Sihaporas sejak lama menjadi titik konflik antara warga adat Lamtoras dan PT Toba Pulp Lestari. Warga mengklaim lahan tersebut sebagai perladangan turun-temurun, sedangkan perusahaan menyebutnya sebagai bagian dari kawasan konsesi operasional.
Hingga kini, konflik belum menemukan titik temu meski mediasi telah beberapa kali dilakukan. Bentrokan pada 22 September 2025 menambah daftar panjang kasus agraria di Sumatera Utara yang kerap menimbulkan korban.
Meta Description (SEO)
Bentrok warga Sihaporas dengan sekuriti PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Simalungun berujung puluhan luka, rumah warga rusak, dan konflik agraria makin memanas.




